NADIKABAR.COM — Pelatih Kepala Timnas Futsal Indonesia Hector Souto menyoroti pentingnya pengalaman seorang pemain bermain di luar negeri sebagai salah satu cara meningkatkan kualitas pemain sekaligus memperkecil kesenjangan antara kompetisi futsal di tanah air dengan kompetisi futsal top dunia.
Souto menyampaikan hal ini setelah mengungkapkan pengalaman ketika memimpin Indonesia menjalani pemusatan latihan dan sejumlah uji coba di Spanyol pada Agustus.
"Kami harus memperkecil kesenjangan antara kedua liga. Memang benar PFL (Pro Futsal League/Liga Futsal Profesional Indonesia) terus berkembang, tetapi juga benar bahwa Liga Spanyol merupakan liga terbaik di dunia dan kecepatan permainannya jauh lebih cepat dibandingkan di sini," kata Souto saat ditemui awak media setelah memimpin latihan tim di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Kamis.
Ia kemudian menggambarkan kesenjangan tersebut seperti yang terjadi di dunia sepak bola. Menurutnya, Persija Jakarta, Bali United, dan Persib Bandung adalah klub-klub terbaik di Indonesia, tetapi mereka akan kesulitan ketika dihadapkan dengan klub-klub level dunia seperti FC Barcelona.
"Saya akan memberikan satu contoh. Mungkin di sini tim-tim terbaik adalah Persija, Bali United, atau Persib Bandung. Namun, jika mereka bermain melawan Barcelona dan Real Madrid, mungkin mereka akan mengalami masalah bukan?" tutur dia.
Pelatih asal Spanyol itu menilai salah satu solusi untuk memperkecil kesenjangan tersebut adalah memberikan kesempatan kepada pemain Indonesia untuk berkarir di luar negeri.
Ia mencontohkan langkah yang pernah dilakukan Marselino Ferdinan yang mendapatkan pengalaman di Inggris bersama Oxford United, sebelum kemudian sang pemain memutuskan kembali ke Indonesia membela Persija.
"Jadi, cara terbaik adalah seperti yang sudah dilakukan di sepak bola, ketika sebelumnya kita mengirim Marselino Ferdinan ke Inggris. Sekarang dia sudah kembali, tetapi saya pikir pengalaman pemain lokal bermain di luar negeri sangat penting," kata dia.
Menurut Souto, bermain di luar negeri adalah cara terbaik seorang pemain mengembangkan bakatnya karena mereka akan berlatih di sebuah negara yang sudah memiliki ekosistem kompetisi futsal yang baik, yang sudah berjalan selama bertahun-tahun.
"Jika kita bisa membuat pemain-pemain dari sini pergi ke Spanyol, mereka akan berlatih setiap hari bersama pemain-pemain Spanyol dan Brasil. Mereka akan terbiasa dengan atmosfer tersebut, bermain dengan intensitas lebih tinggi setiap hari, berlatih lebih keras setiap hari, sehingga mereka bisa beradaptasi dengan lebih mudah," ucap dia.
Selain memperkecil kesenjangan dengan kompetisi elite dunia, Souto juga mengatakan cara ini akan meningkatkan level kualitas tim nasional. Langkah inilah yang ia ambil saat memutuskan timnya menjalani pemusatan latihan dan melakukan laga uji coba melawan klub-klub selama di Spanyol.
Hal yang sama juga dilakukannya di Brasil nanti, ketika timnya mengikuti turnamen futsal bertajuk "VI Copa Das Nacoes De Futsal 2026" di Max Ronsenmann Arena, Sao Jose dos Pinhais pada 12-18 Oktober.
Di turnamen ini, Indonesia berada di Grup A bersama Cape Verde dan tuan rumah Brasil, sementara Grup B dihuni Jepang, Afghanistan, dan Peru.