Laporan menyebut proses evakuasi pertama dilakukan oleh helikopter Kementerian Kehutanan dengan kode registrasi PK-DAP, yang saat itu sedang menjalankan operasi water bombing (WB) di wilayah Pematang Limau. Awalnya, kru PK-DAP menerima informasi melalui komunikasi radio dari helikopter Bell 412 Penerbad mengenai insiden jatuhnya Mi-17 di kawasan pesisir.

Mendapat informasi itu, helikopter PK-DAP langsung menuju lokasi kejadian. Empat orang kru Mi-17 berhasil dievakuasi dari laut menuju daratan menggunakan bucket yang dibawa helikopter. Informasi evakuasi kemudian diteruskan kepada tim darat di Kuala Pembuang untuk dikoordinasikan dengan satuan tugas terkait.

Selanjutnya, helikopter Bell 412 Penerbad mengevakuasi keempat kru tersebut menuju Bandara Kuala Pembuang. Para korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, helikopter PK-DAP kembali melanjutkan penerbangan menuju lokasi kejadian guna membantu proses evakuasi kru Mi-17 lainnya yang masih tersisa.