Untuk memenuhi kebutuhan air selama operasi, petugas telah menyiapkan sejumlah sumber air yang dapat digunakan. Salah satunya embung di kawasan Medco Geothermal.

Ke depan, BPBD Jatim akan mengusulkan pembangunan embung khusus kepada Perhutani dan BKSDA di kawasan Ijen. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan kebakaran jika kejadian serupa kembali terjadi.

"Karena kebanyakan di Jawa Timur ini kita nggak siap untuk itu. Jadi yang sering kita ngambil (air) di kolamnya orang, hotel, embung petani. Tapi tidak masalah kalau keadaan darurat," kata Bagio.

Sementara itu, kawasan di sekitar titik kebakaran telah disterilkan dari wisatawan. Jalur pendakian juga masih ditutup selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Bagio mengatakan, petugas di lapangan terus melakukan pemantauan visual untuk menentukan titik api yang menjadi prioritas sebelum helikopter dikerahkan melakukan penyiraman.

"Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan visual terhadap kondisi kebakaran. Pemantauan tersebut dilakukan untuk menentukan titik api yang menjadi prioritas sebelum helikopter dikerahkan," ucapnya.