Nur Patria menjelaskan, teknik pemadaman udara menjadi opsi paling efektif saat ini. Pasalnya, petugas pemadam di lapangan menghadapi kendala medan yang sangat curam serta tiupan angin kencang yang berpotensi memperluas sebaran api.

"Kondisi angin cukup kencang dan jalurnya sangat curam serta sulit dijangkau oleh personel. Maka dari itu, water bombing menjadi cara yang paling efektif dan terukur untuk menekan kebakaran di wilayah atas," jelasnya.

Meski pemadaman udara masif dilakukan, penanganan di darat tidak lantas mengendur. Tim gabungan masih melakukan proses pembersihan sisa-sisa api (mopping up) guna memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.