Menurut Helsi, membeli pakaian di mal juga belum tentu menyelesaikan masalah karena terkadang model atau warnanya tidak sesuai dengan kebutuhan acara.
"Jadi mau gak mau aku tuh harus bisa jahit sendiri. Jadi aku tuh ngumpulin bahan-bahan ada berapa lemari ya... dua apa tiga ya," ceritanya.
Koleksi busana tersebut kini justru menjadi keuntungan bagi Haura. Saat membutuhkan pakaian untuk acara sekolah, ia bisa bebas mencari dan memilih pakaian di kamar sang ibu.
"Kalau misalnya nih lagi ada acara sekolahan gitu yang bajunya bebas, aku ke kamar Bunda aku. Aku bongkar isinya. Terus Bunda kayak melihat nih ada kerusuhan di kamar Bunda, 'Nak, rapihin lagi', cuma itu doang," cerita Haura.