"Iya sih, kalau saya apa ya? Kuncinya bahwa ini harga diri suami itu ada di kita, harga diri kita ada di suami. Jadi kita saling menghargai, ya kan?" ujar Baby.

Baby mengaku terkadang tetap merasa kesal seperti pasangan pada umumnya. Namun, ia memilih meredam emosi agar persoalan tidak berkembang menjadi pertengkaran.

"Dan saya tahu juga bahwa di agama surganya istri itu di bawah suami, di bawah telapak kaki. Jadi saya walaupun, ya jujur ya namanya manusia aduh kesel nih, tapi tiba-tiba istighfar gitu supaya nggak berbentuk jadi satu kemarahan, ya kan? Itu aja sih," lanjutnya.

Selama hampir 34 tahun menikah, Baby juga bersyukur rumah tangganya bersama Hengky tidak pernah diterpa masalah orang ketiga. Ia menilai berbagai persoalan yang pernah mereka hadapi merupakan ujian yang akhirnya bisa dilewati bersama.

"Kalau perasaan sih kita nggak berubah ya. Cuma mungkin ya kalau fisik sih berubah ya pasti. Kalau perasaan sih insyaallah nggak ya," kata Baby.

"Sebenarnya badai gitu pada saat itu dibilang badai, kalau sekarang kita pikir-pikir, 'Ah nggak, nggak badai, biasa-biasa saja' gitu ya. Karena setiap rumah tangga pasti ada kayak gitu. Cuma alhamdulillahnya kita nggak pernah ada badai untuk orang ketiga, gitu. Biasa-biasa saja. Setelah kita lewatin, 'Oh kita bisa ngelewatin ini'," sambungnya.