Selama ini, Kemendikdasmen menyiapkan kurikulum dan guru Sekolah Rakyat, sedangkan pengelolaan sekolah dan asrama di tangan Kemensos.
"Kurikulum dan gurunya memang dari Kemendikdasmen, itu sudah jalan. Tetapi, kurikulum dan guru baru separuh pekerjaan. Yang perlu dicek juga anak-anaknya makin pintar atau enggak," ujarnya.
Sebelumnya, Teddy menyampaikan pembangunan 265 Sekolah Rakyat dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo telah membuka akses pendidikan bagi lebih dari 45 ribu anak dari keluarga kurang mampu.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses pendidikan untuk kembali bersekolah.