Herindra menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan secara berkelanjutan. PB ESI akan memprioritaskan jalur prestasi berjenjang, pelatihan nasional berkesinambungan, penerapan sport science, serta perlindungan terhadap hak dan kesejahteraan atlet. Penguatan integritas juga menjadi perhatian, termasuk pencegahan pengaturan skor, perjudian, dan kecurangan dalam kompetisi.
"Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan. Ini adalah awal tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak muda Indonesia memperoleh kesempatan yang adil untuk berkembang, bertanding secara sehat, dan meraih prestasi," katanya.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman turut mengapresiasi prestasi atlet esports Indonesia. Ia mendorong pemerintah dan PB ESI memperluas kesempatan bagi gim buatan dalam negeri untuk dipertandingkan, sekaligus memperkuat pengawasan agar esports berkembang sebagai cabang olahraga yang sehat dan berintegritas.