Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa esports tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan potensi 154 juta gamers Indonesia, pengembangan ekosistem esports dinilai dapat membuka peluang bagi industri kreatif dan pengembang gim lokal.
"Olahraga telah disepakati sebagai investasi pembangunan bangsa, kesehatan masyarakat, dan perekonomian," ujar Erick.
Melalui kepengurusan baru, PB ESI diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan daya saing atlet, serta menjadikan esports sebagai ruang prestasi dan pengembangan industri digital Indonesia yang berkelanjutan.