NADIKABAR.COM — Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) menyambut baik dukungan terhadap eksistensi Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang semakin menguat.
HNW juga mendukung pemberlakuan sanksi termasuk sanksi dagang atau pembatasan barang yang berasal dari pemukiman ilegal Israel di tanah Palestina, oleh 12 negara Eropa dan Amerika Utara.
Menurut HNW, sudah seharusnya dunia internasional segera dapat bertindak lebih nyata untuk hentikan kejahatan yang dilakukan oleh Israel atas Palestina (Gaza).
HNW mengatakan Majelis Umum PBB baru saja mengeluarkan resolusi terhadap partisipasi negara Palestina pada sesi ke-81 rapat majelis umum. Resolusi ini disetujui oleh 152 negara, tiga menolak, dan empat abstain.
"Semakin kuatnya eksistensi mendukung Palestina di PBB ini juga diapresiasi oleh Liga Arab, dan tentunya kita semua. Dan semoga dapat memperkuat peran untuk memerdekakan bangsa Palestina," ujar HNW, Senin (21/9/2026).
Lebih lanjut, HNW menekankan perlunya memperkuat posisi Palestina di PBB agar delegasinya bisa secara resmi menyampaikan fakta yang ada di lapangan dan membela diri di forum internasional secara leluasa. Tujuannya, agar terhentinya kejahatan kemanusiaan.
Langkah tersebut telah mendapat momentum yang sangat baik pada September 2024 lalu. Di mana pada sesi ke-79 Majelis Umum PBB, delegasi Palestina telah memperoleh hak partisipasi tambahan, seperti duduk di antara delegasi negara anggota serta mengajukan proposal dan amandemen.
Apalagi, sekitar 157 negara anggota PBB juga telah memberikan pengakuan terhadap Palestina. HNW menyebut sehingga sudah selayaknya keanggotaan penuh PBB segera diberikan, bukan hanya sekadar negara pengamat non-anggota seperti selama ini.
"Ini juga harus terus kita perjuangkan bersama-sama," ujar HNW.
HNW juga mengapresiasi sikap dari 12 negara Eropa dan Amerika Utara yang akan segera memberlakukan sanksi dagang atau pembatasan barang yang berasal dari pemukiman ilegal Israel di tanah Palestina. Ia juga berharap agar langkah ini bisa diikuti oleh lebih banyak negara-negara di dunia, termasuk negara-negara Arab dan Islam.