NADIKABAR.COM — Banjir Bandang di perbatasan Nepal dan China, 26 Agustus, merupakan satu bukti lagi bahwa manusia di bumi, saat ini, hidup di iklim baru. Iklim di muka bumi benar-benar sudah berubah.
Ahli dari berbagai disiplin ilmu sudah sejak lama memberikan prediksi bagaimana peningkatan suhu di permukaan bumi bakal memberikan banyak bencana, mulai banjir, kekeringan, hingga kebakaran yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kejadian serupa ketika iklim masih normal.
Hal yang disebut sebagai iklim normal ialah suhu permukaan bumi saat pra-industri. Sementara perjanjian global tentang iklim yang saat ini berlaku adalah Perjanjian Paris. Kesepakatannya ialah agar peningkatan suhu permukaan bumi tidak melebihi 1,5 derajat Celsius sebagai batas aman. Setidaknya tidak melebih dua derajat, agar bumi tidak berada dalam kondisi kritis.
Peristiwa di perbatasan Nepal dan China, sekali lagi, menunjukkan bukti bahwa perjuangan menjaga suhu bumi dalam batas yang ideal sudah kalah. Atau dalam kalimat optimistik, kejadian itu mestinya menjadi pengingat bahwa perjuangan memperbaiki iklim harus lebih digiatkan dengan daya yang luar biasa.
Perjalanan panjang kebijakan iklim global dimulai dari Konferensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio de Janeiro pada 1992. Pertemuan bersejarah itu melahirkan Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim atau UNFCCC.