"Kami berharap, apa yang kita sepakati hari ini benar-benar menjadi langkah nyata. Ada kegiatan yang kita jalankan bersama, ada pengetahuan yang kita tukarkan, dan tentu saja ada manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat kedua kota," kata Illiza dalam keterangannya.
Illiza menyebutkan, setelah penandatanganan Letter of Intent (LoI) pada April lalu, penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting untuk kembali memberikan payung hukum bagi penguatan kerjasama Banda Aceh dan Higashimatsushima.
"Memang, MoU kerja sama kita sebelumnya yang ditandatangani pada tahun 2014 telah berakhir pada tahun 2020. Tetapi persahabatan kita tidak pernah berakhir. Hubungan dan berbagai pertukaran tetap berjalan. Saya sangat bersyukur dan gembira karena kita kembali memiliki payung kerja sama yang baru," katanya.
Menurut Illiza, MoU tersebut diharapkan menjadi jembatan untuk melanjutkan semangat rekonstruksi bersama menuju masa depan yang lebih kuat, tangguh, dan berkelanjutan.
Ke depan, tidak hanya akan difokuskan pada bidang kebencanaan dan perikanan, tetapi juga berpotensi diperluas ke berbagai sektor strategis, seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan, pariwisata, kesehatan, pengelolaan sampah, energi terbarukan, serta bidang lainnya.