Melihat keberadaan ular berbisa tersebut, Haryono langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Kutoarjo. Lantaran ular cobra itu tergolong jumbo dan posisinya sulit dijangkau, petugas Damkar kemudian berkoordinasi dengan Iman Tjiptadi untuk membantu proses evakuasi.

Menurut Iman, ular itu diduga masuk ke pemukiman untuk mencari mangsa di sekitar kandang ayam milik warga. Setelah berhasil diamankan, ular berbisa tersebut tidak langsung dilepasliarkan, melainkan dibawa untuk keperluan edukasi penanganan hewan berbahaya.

"Ular ini sementara kami bawa. Rencananya besok pagi akan dijadikan media pelatihan penanganan ular untuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di Kecamatan Bagelen," pungkas Iman.