Dalam pidato perdananya, Agustina menyampaikan bahwa terpilihnya dia sebagai ketua umum adalah bukti nyata Hikmahbudhi mengamalkan prinsip kesetaraan.
"Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh kapasitas, integritas, dan dedikasi," ujarnya.
Ia menilai perjuangan kesetaraan hak selaras dengan nilai-nilai Buddhis, di mana setiap manusia memiliki potensi kebijaksanaan yang sama tanpa memandang gender.
Mengusung tema "Bersatu, Berjuang, Berdikari, Mengabdi untuk Negeri", Agustina memastikan roda organisasi tidak hanya berfokus ke dalam.