NADIKABAR.COM β€” Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) berkolaborasi dengan KBRI Canberra mendorong pelajar Indonesia untuk menempuh studi di Australia, melalui webinar nasional β€œMembuka Cakrawala Pendidikan Global: Sistem Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan Australia" yang diselenggarakan Sabtu.

Agenda itu dirancang untuk memberikan panduan komprehensif mengenai sistem pendidikan tinggi, budaya akademik, hingga adaptasi kehidupan mahasiswa Indonesia di Australia, sekaligus membuka peluang bagi putra-putri terbaik daerah untuk menempuh studi jenjang S1, S2, dan S3 di Negeri Kanguru, demikian keterangan KBRI.

Webinar yang dihadiri oleh akademisi, pelajar, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah ini menghadirkan tiga narasumber utama untuk membedah kesiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam menghadapi persaingan global, demikian keterangan tertulis HIKMU.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra Profesor Yuli Rahmawati menegaskan bahwa Australia memiliki standar pendidikan tinggi bereputasi dunia yang sangat terbuka bagi mahasiswa Indonesia.

Selain menawarkan riset berkualitas, kehidupan kampus di Australia mengedepankan keberagaman budaya serta budaya akademik yang kritis dan mandiri.

"Pendidikan di Australia bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan pengasahan berpikir kritis dan pembentukan jejaring internasional,” kata Yuli.

Karena itu, ujarnya, KBRI Canberra berkomitmen penuh menjembatani jejaring pendidikan ini agar semakin banyak anak bangsa yang dapat mengenyam pendidikan berkualitas dan membawa pulang inovasi untuk Tanah Air.

Ketua Umum HIKMU Askan Naim menyampaikan bahwa webinar tersebut merupakan bentuk komitmen nyata organisasinya dalam mendorong peningkatan kualitas SDM daerah agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Menurutnya, pemahaman mendalam atas budaya dan sistem pendidikan di luar negeri adalah modal utama calon mahasiswa agar siap secara mental dan akademis.

"Kami di HIKMU memandang pentingnya membuka jalan dan wawasan bagi generasi muda. Kerja sama dengan KBRI Canberra ini adalah langkah strategis untuk memastikan para pelajar kita tidak hanya memiliki impian ke luar negeri, tetapi juga memiliki peta jalan dan persiapan yang matang," ujar Askan.

Sementara itu, Bendahara Umum HIKMU Kartini Madjid menyoroti pentingnya tata kelola perencanaan studi dan pemanfaatan peluang beasiswa secara efektif, mengingat investasi pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah dan nasional.

"Studi di luar negeri memerlukan perencanaan yang matang, baik dari sisi akademis, administrasi, maupun efisiensi finansial. HIKMU berupaya hadir memberikan pendampingan serta akses informasi yang transparan agar peluang beasiswa dapat dimanfaatkan secara optimal oleh putra-putri daerah, khususnya Maluku Utara," tutur Kartini.

Melalui sinergi ini, HIKMU dan KBRI Canberra berharap dapat melanjutkan program-program edukatif berkelanjutan untuk menginspirasi generasi muda Indonesia agar berani melangkah menembus batas pendidikan internasional.