Dewa Hendri menjelaskan jasad korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara menggunakan mobil ambulans milik Polres Jembrana untuk penanganan lebih lanjut.

"Korban dievakuasi oleh nelayan. Untuk detail lebih lanjut akan kami infokan," tandas Dewa Hendri.

Diberitakan sebelumnya, Sugiarta dilaporkan hilang setelah sampan fiber yang ditumpanginya bersama dua nelayan lain menghantam kayu mengapung hingga pecah dan tenggelam di perairan Pulukan, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Dua rekannya berhasil diselamatkan oleh nelayan Pengambengan yang melintas, sementara Sugiarta terpisah dan terseret arus laut.