Artinya, pengembangan fasilitas pengolahan masih menyisakan pekerjaan untuk menyambungkan hasil smelter dengan industri pembuat produk akhir. Indonesia perlu memperpanjang rantai produksi agar manfaat ekonomi pengolahan mineral semakin besar dinikmati di dalam negeri.
Pemerintah juga mengkaji pembatasan pembangunan smelter baru yang hanya memproduksi bahan setengah jadi. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya mengarahkan investasi ke tahapan pengolahan yang lebih tinggi.
Sejauh ini, hilirisasi telah mengangkat nilai perdagangan nikel. Berdasarkan data dalam naskah, ekspor nikel beserta produk turunannya meningkat dari USD3,3 miliar pada 2017 menjadi USD33,9 miliar pada 2024.
Namun, kenaikan ekspor perlu diikuti penguatan kemampuan menghasilkan produk akhir. Tantangannya mencakup kesiapan teknologi, pasokan energi, cadangan mineral, serta pasar yang akan menyerap hasil industri.