Khusus sektor mebel, pasar AS juga menawarkan potensi besar di tengah persaingan global, berdasarkan data impor kategori HS 9403 tahun 2025 nilai impor AS mencapai 26,46 miliar dolar AS.

Abdul Sobur menilai, efisiensi logistik dan penguatan rantai pasok menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing produk nasional.

Katanya, konektivitas perdagangan, kepastian biaya, serta ketepatan waktu pengiriman perlu diperkuat agar produk Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional.

Menurut dia, perhitungan daya saing ekspor tidak hanya ditentukan harga produk, tetapi juga keseluruhan biaya hingga barang diterima pembeli, termasuk tarif perdagangan, biaya angkutan, dan penanganan logistik.