NADIKABAR.COM β€” Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) menilai aktivitas ekonomi domestik menjadi salah satu sumber pertumbuhan yang dapat menopang perekonomian Indonesia, seiring menguatkan konsumsi rumah tangga dan investasi pada semester I 2026.

Sekretaris Jenderal BPP HIPMI)Anthony Leong mengatakan pertumbuhan ekonomi perlu dilihat tidak hanya dari capaian agregat, tetapi juga dari perputaran aktivitas ekonomi di daerah yang melibatkan masyarakat, UMKM dan pelaku usaha lokal.

β€œPertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya terlihat di layar statistik. Pertumbuhan yang berkualitas adalah ketika uang berputar sampai di warung, pasar, sawah, UMKM, pengusaha daerah, dan menciptakan pekerjaan,” ujar Anthony dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Data menunjukkan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,45 persen secara kumulatif. Pertumbuhan tersebut ditopang antara lain oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,06 persen dan investasi yang meningkat 6,87 persen pada kuartal II 2026.

Menurut Anthony, pertumbuhan investasi perlu diikuti dengan semakin luasnya keterlibatan pelaku usaha domestik dalam rantai pasok. Dengan demikian, investasi tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menciptakan permintaan bagi pemasok lokal dan membuka lapangan kerja.