NADIKABAR.COM β Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Ade Jona Prasetyo mendorong penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan turut mempertimbangkan dampaknya terhadap konektivitas, aktivitas dunia usaha, investasi dan perekonomian daerah.
Ade Jona menilai gangguan kabut asap kini tidak lagi hanya menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan. Dampaknya telah menjalar langsung terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi setelah ratusan penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan mengalami gangguan.
βKeselamatan masyarakat dan penerbangan tentu harus menjadi prioritas. Namun ketika ratusan penerbangan terganggu, kita juga harus melihat bahwa karhutla sudah menimbulkan biaya ekonomi yang nyata. Mobilitas pekerja terganggu, perjalanan bisnis tertunda, distribusi barang ikut terdampak dan pelaku UMKM di daerah juga merasakan efeknya,β kata Ade Jona dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Adapun Kementerian Perhubungan mencatat 409 penerbangan terdampak selama periode 14β20 September 2026 di wilayah kerja Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan.
Dari jumlah tersebut, 141 penerbangan mengalami keterlambatan, 254 dibatalkan atau ditunda, dan 14 penerbangan dialihkan. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan 159 penerbangan yang terdampak pada periode 7β13 September 2026.
Kalimantan Tengah mencatat dampak tertinggi dengan 201 penerbangan, disusul Kalimantan Timur sebanyak 138 penerbangan dan Kalimantan Utara 70 penerbangan.