Dalam konteks saat ini, HNW mengajak pesantren menggaungkan "Resolusi Jihad Era Baru" untuk menghadapi berbagai persoalan, seperti narkoba, judi online, korupsi, kejahatan terhadap anak, kerusakan moral, dan kerusakan lingkungan. Ia juga menyoroti dampak negatif media sosial serta berbagai tantangan yang dinilai dapat menghambat terwujudnya Indonesia Emas 2045.
HNW mengatakan gerakan tersebut dapat diwujudkan melalui seruan bersama untuk memperkuat pendidikan, memberantas kejahatan, menjaga lingkungan, serta melindungi sumber daya manusia dan sumber daya alam Indonesia.
Ia menilai semangat pengabdian santri perlu menjangkau berbagai bidang kehidupan, termasuk sosial, ekonomi, politik, dan kenegaraan, dengan tetap berpegang pada sejarah serta kecintaan terhadap Tanah Air.
Dalam kesempatan itu, HNW mengapresiasi kegiatan menyambut Hari Santri Nasional dan mendorong penguatan Forum Organisasi Santri Dai Indonesia (FOSDI) yang diinisiasi Pondok Pesantren Husnul Khotimah.
Ia berharap santri tidak hanya berperan sebagai pendakwah, tetapi juga menjadi penggerak kebaikan yang berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa. Peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober, menurutnya, dapat menjadi momentum untuk meneruskan semangat Resolusi Jihad dalam menjaga kemerdekaan, memperkuat persatuan, dan membangun masa depan Indonesia.