NADIKABAR.COM — Jakarta (ANTARA/JACX) – Sejumlah unggahan di Facebook menarasikan bahwa Ketua DPR RI Puan Maharani meminta masyarakat untuk tidak bertindak anarkis dan menghormati DPR sebagai wakil rakyat.

Unggahan tersebut juga menyebut DPR bekerja untuk memenuhi kebutuhan rakyat.

Unggahan itu menampilkan grafis berlambang DPR RI yang memuat foto Puan Maharani serta tulisan “RAKYAT JANGAN ANARKIS DAN HORMATI KAMI SEBAGAI WAKIL RAKYAT, KAMI KERJA DEMI PERUT RAKYAT!!”.

Namun, benarkah Puan Maharani mengatakan pernyataan tersebut?

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan media kredibel yang memuat Puan Maharani mengatakan pernyataan tersebut.

Pernyataan Puan yang terdokumentasi justru menunjukkan konteks yang berbeda. Dalam pidato pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, Jumat (14/8/2026), Puan menegaskan bahwa DPR dan rakyat tidak semestinya diposisikan sebagai dua pihak yang saling berhadapan atau dipertentangkan.

Puan juga menyebut kritik, aspirasi, dan pengawasan dari masyarakat sebagai bagian penting dalam demokrasi. Ia meminta DPR untuk memperkuat transparansi dan terbuka dalam merespons kritik, sebagaimana diberitakan ANTARA.

Dalam pidato yang sama, Puan juga menyoroti beredarnya informasi tidak benar yang menyasar DPR, termasuk kutipan palsu yang mengatasnamakan pimpinan atau anggota DPR. Hal serupa disampaikannya saat menutup Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 pada Selasa (21/7/2026), sebagaimana dimuat JDIH DPR.

Puan menilai narasi palsu semacam itu dapat mempertentangkan DPR dengan masyarakat.

Dengan demikian, klaim bahwa Puan Maharani mengatakan “rakyat jangan anarkis dan hormati kami sebagai wakil rakyat, kami kerja demi perut rakyat” merupakan hoaks.