NADIKABAR.COM — Hong Kong kembali menempati peringkat teratas sebagai perekonomian paling bebas di dunia, menurut Laporan Tahunan Kebebasan Ekonomi Dunia (Economic Freedom of the World) 2026 yang dirilis Fraser Institute pada Selasa (6/10).
Dari lima bidang penilaian, Hong Kong mempertahankan posisi teratas untuk "kebebasan melakukan perdagangan internasional" dan menempati peringkat kedua untuk "regulasi". Seorang juru bicara pemerintah Daerah Administratif Khusus (SAR) Hong Kong mengatakan laporan tersebut kembali menegaskan keunggulan Hong Kong sebagai perekonomian pasar bebas, yang disertai dengan lingkungan bisnisnya yang terbuka, efisien, dan adil. Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan proteksionisme perdagangan, Hong Kong tetap berkomitmen kuat untuk mempertahankan status pelabuhan bebas, kebijakan tarif nol, serta sistem perpajakan yang sederhana dengan tarif rendah.
Hal itu memberikan lingkungan bisnis dan investasi yang aman, stabil, adil, dapat diprediksi, dan berorientasi internasional bagi investor serta pengusaha dari seluruh dunia. Juru bicara itu mengatakan bahwa seiring komitmen China pada keterbukaan dua arah berstandar tinggi dan terus mencapai terobosan dalam inovasi teknologi, Hong Kong menjadi kekuatan penstabil utama sekaligus mesin penggerak pertumbuhan ekonomi global.