"Ya, masih pagi sudah tutup warung-warung di sini. Ditambah ada perbaikan jalan yang berdebu ini, jadinya lebih pagi tutupnya," tutur Kertayasa.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung, I Putu Darmaya, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, okupansi hotel di Nusa Penida rata-rata berada di angka 30% saat high season yang memasuki akhir bulan ini.

Menurut Darmaya, memang terdapat ketimpangan yang sangat kontras di lapangan. Di saat hotel-hotel besar dengan fasilitas lengkap bisa penuh, nasib apes justru menimpa akomodasi menengah ke bawah yang minim fasilitas penunjang.

"Paling rata-rata 30% (okupansinya). Kadang-kadang kalau hotel kecil bisa cuma 10%, tetapi kalau hotel-hotel besar selalu penuh. Ini karena fasilitasnya lengkap. Ada restoran, hiburan malam, gym, dan fasilitas penunjang lainnya. Sedangkan hotel-hotel kecil rata-rata tidak ada restoran dan service-nya kurang. Jadi hanya menyediakan tempat menginap saja," kata Darmaya.