NADIKABAR.COM — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap penurunan angka titik panas (hotspot) rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kemenhut menyebut sebelumnya ada 1.988 hotspot saat ini turun menjadi 948 hotspot.

Kemenhut awalnya mengungkapkan ada 1.988 hotspot yang terdeteksi pada Minggu (20/9). Dari angka itu, 78% di antaranya terdeteksi di 6 provinsi prioritas yaitu Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan (Sumsel).

"Secara total hotspot tertinggi itu terjadi pada hari Minggu, 20 September 2026, itu hari Minggu. Secara nasional terdapat 1.988 hotspot dengan kepercayaan high confidence level. Dari 1.988 itu, 1.843-nya pada hari Minggu, 20 September, itu berada di enam provinsi prioritas, yaitu di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan, atau sekitar 78%," jelas Karo Humas dan Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi pada konferensi pers daring di YouTube Kemenko Polkam, Selasa (22/9/2026).

Dia mengatakan hotspot nasional menurun sejak Senin (21/9) kemarin. Dia mengatakan total saat ini ada 948 hotspot.