Kelompok Houthi kemudian membantah telah menargetkan kedua kota suci tersebut, dengan mengatakan klaim semacam itu palsu dan tidak berdasar. Houthi mengeklaim serangan pada Sabtu itu dilancarkan setelah apa yang mereka gambarkan sebagai 100 serangan udara Arab Saudi terhadap wilayah-wilayah di Yaman yang dikuasai Houthi dalam kurun waktu 24 jam sebelumnya.

Serangan udara tersebut dilaporkan mencakup Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi, serta kota pelabuhan Mocha di Laut Merah, yang terletak di Provinsi Taiz, Yaman barat daya. Saluran televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan sejumlah korban akibat serangan tersebut, termasuk delapan orang tewas dan lebih dari 10 lainnya luka-luka saat serangan udara menghantam hunian pekerja pabrik semen di Distrik Hamdan, Provinsi Sanaa. Serangan-serangan itu terjadi ketika pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, dengan dukungan koalisi pimpinan Arab Saudi, mengintensifkan serangan "Fajar Yaman" (Dawn of Yemen) terhadap Houthi. Kelompok itu merespons dengan serangan rudal dan drone. Dalam pernyataan terpisah, Sarea mengatakan pasukan Houthi telah menargetkan apa yang disebutnya "pengerahan pasukan" yang didukung Arab Saudi di kamp Al-Nasr dan sebuah pangkalan militer angkatan laut di kota pelabuhan Aden di Yaman selatan, yang menjadi tempat kedudukan pemerintah Yaman. Seorang pejabat keamanan setempat mengatakan kepada Xinhua bahwa Houthi menembakkan sekitar empat rudal balistik ke kota tersebut, dengan beberapa rudal menghantam area dekat Bandar Udara Internasional Aden dan fasilitas militer penting di Distrik Khormaksar, sementara satu rudal lainnya menghantam markas Pasukan Penjaga Pantai Yaman di Distrik Al-Tawahi. Di tengah eskalasi ketegangan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Sabtu menyatakan pihaknya telah memperbarui imbauan perjalanannya (travel advisory) untuk sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Irak, Lebanon, dan Israel, menyebut ancaman dari Houthi. Yaman telah dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara Yaman.

Pada 2015, koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.