NADIKABAR.COM — Kelompok Houthi mengklaim telah menembakkan sejumlah rudal ke kilang minyak terbesar di Arab Saudi pada Selasa (27/10). Kelompok yang didukung Iran itu juga mengklaim telah menyerang gedung Kementerian Pertahanan Saudi dalam serangan terbarunya.
Saudi, yang merupakan eksportir minyak mentah terbesar di dunia, terus-menerus menjadi target serangan Houthi sepanjang bulan ini. Serangan-serangan itu menargetkan fasilitas minyak maupun lokasi sipil, termasuk bandara internasional di Riyadh.
Dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir AFP, Rabu (28/10/2026), Houthi mengklaim telah menyerang gedung Kementerian Pertahanan di Riyadh dan kilang minyak Tas Tanura di pesisir timur Saudi, sebagai bagian dari rentetan serangan pada Selasa (27/10) waktu setempat.
"Angkatan Bersenjata kami menargetkan Kementerian Pertahanan di ibu kota musuh Saudi, Riyadh, dengan rudal balistik dan serangan itu tepat mengenai sasaran," klaim juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataannya.
Dalam pernyataan terpisah, Saree menambahkan bahwa Houthi juga "berhasil menargetkan kilang minyak Ras Tanura di Provinsi Timur dengan rudal balistik".
Otoritas Saudi tidak mengomentari langsung mengenai target spesifi, namun mengumumkan bahwa pertahanan udaranya telah menembak jatuh sejumlah rudal di atas Riyadh dan Provinsi Timur.
Sejumlah koresponden AFP di Riyadh melaporkan rentetan suara ledakan terdengar pada Selasa (27/10), dengan pesan peringatan mengimbau warga untuk mencari tempat berlindung. Dilaporkan bahwa dentuman ledakan membuat jendela-jendela di pusat kota Riyadh bergetar.
Otoritas Saudi menyatakan telah menembak jatuh dua rudal balistik yang dilancarkan ke arah ibu kota, dengan serpihan rudal mengenai sebuah bangunan, lokasi proyek konstruksi, dan sebuah mobil.
Koalisi pimpinan Saudi yang memerangi Houthi di Yaman melaporkan bahwa tiga rudal yang ditembakkan oleh Houthi ke Provinsi Timur berhasil dicegat.
Fasilitas Ras Tanura yang terletak di sepanjang pesisir Teluk Saudi, merupakan lokasi salah satu kilang minyak terbesar di Timur Tengah dan menjadi pilar penting bagi sektor energi kerajaan tersebut. Kompleks yang memiliki kapasitas 550.000 barel per hari ini telah berulang kali menjadi sasaran serangan yang dituduhkan kepada Iran, termasuk serangan drone pada Maret lalu yang memicu penghentian operasional sebagian kilang minyak tersebut.
Badan keamanan maritim Vanguard melaporkan bahwa kebakaran sempat dilaporkan di kompleks Ras Tanura pada Selasa (27/10) dini hari, menyusul sebuah serangan. Namun dilaporkan kemudian bahwa kobaran api tersebut telah berhasil dikendalikan.