NADIKABAR.COM — Koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan bahwa kelompok Houthi melancarkan lebih dari 20 kali serangan terhadap sejumlah bandara di wilayah Saudi sejak awal Oktober ini. Total sedikitnya 19 orang tewas akibat rentetan serangan Houthi yang menargetkan bandara-bandara sipil di wilayah Saudi tersebut.

Serangan Houthi yang paling mematikan terjadi pada akhir pekan lalu, ketika rudal yang diluncurkan kelompok yang bermarkas di Yaman itu menghantam gedung terminal di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.

Rentetan serangan Houthi semakin meningkat beberapa waktu terakhir, setelah koalisi pimpinan Saudi terlibat dalam operasi militer pasukan pemerintah Yaman untuk memerangi Houthi. Pasukan koalisi Saudi memberikan dukungan udara dengan menggempur target-target Houthi di wilayah Yaman.

"Serangan Houthi terhadap Kerajaan telah meningkat sejak awal Oktober, menyusul eskalasi yang dilakukan oleh kelompok yang berafiliasi dengan Iran itu terhadap Arab Saudi sejak Juli," kata juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (16/10/2026).

"Bandara Internasional King Khalid di Riyadh telah menjadi sasaran dalam 20 serangan Houthi sejak awal Oktober," sebut Al-Maliki dalam konferensi pers terbaru yang disiarkan saluran televisi Saudi, Alekhbariya News, pada Kamis (15/10).

"Sedikitnya 17 orang tewas dan 333 orang lainnya luka-luka dalam serangan-serangan terhadap bandara tersebut, antara 7 hingga 11 Oktober," ucapnya.

"Dua orang juga tewas dan 28 orang lainnya luka-luka dalam serangan terhadap Bandara Internasional Abha di wilayah Asir, bagian barat daya (Saudi)," tambah Al-Maliki dalam konferensi pers tersebut.

Serangan Houthi juga menargetkan Bandara Internasional King Abdullah di wilayah Jazan, Saudi bagian barat daya, dengan data koalisi pimpinan Saudi menyebutkan bahwa sebanyak tiga orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Bandara Internasional King Fahd di Dammam juga menjadi target serangan, namun tidak ada korban jiwa atau korban luka.

Berdasarkan sumber resmi otoritas Saudi, setidaknya lima bandara di wilayah Saudi, sebagian besar bandara sipil, telah menjadi target serangan Houthi sejak 5 Oktober lalu. Rentetan serangan itu memicu korban jiwa dan korban luka, serta memicu kerusakan properti dan gangguan pada lalu lintas penerbangan.