Ado, CEO, Wide Area Network Domain, Huawei, memperkenalkan Intelligent WAN Target Architecture. Ia menjelaskan, perkembangan agentic AI mendorong tiga perubahan utama pada jaringan. Pertama, konektivitas bergeser dari manusia ke agen AI. Kedua, pola trafik berubah dari dominasi downlink menjadi lonjakan trafik uplink. Ketiga, jaminan pengalaman jaringan tidak lagi terbatas pada aplikasi tertentu, melainkan mencakup seluruh alur kerja agen AI. Menghadapi perubahan tersebut, ISP harus memperkuat fondasi jaringan dan memanfaatkannya sebagai peluang baru. Ado mengusulkan tiga pilar strategis. Pertama, membangun arsitektur target IP+Optical terkonvergensi yang hierarkis, modular, dan terstandardisasi. Arsitektur ini membantu ISP memperluas jangkauan, menghadirkan layanan, dan meningkatkan daya tahan jaringan secara lebih cepat, serta mempercepat peluncuran layanan AI. Kedua, menempatkan pengalaman pengguna secara menyeluruh sebagai fokus untuk mengubah kapabilitas jaringan menjadi layanan terdiferensiasi yang mudah didefinisikan, diukur, dan diberikan kepada pelanggan. Pendekatan ini membuka peluang monetisasi, baik dari kapabilitas jaringan maupun layanan AI. Ketiga, meningkatkan kemampuan operasional dan pemeliharaan (O&M) berbasis kecerdasan. Melalui Network Digital Map, fault-locating agent, dan AI assistant, ISP dapat menekan biaya operasional (OPEX) sekaligus meningkatkan efisiensi O&M. Ado juga memaparkan peta jalan pengembangan WAN agar ISP dapat menangkap peluang pertumbuhan baru di era AI.
Dalam diskusi tersebut, Lintasarta Indonesia, SiliconFlow dari Tiongkok, dan Telconet Ecuador berbagi pengalaman mengenai layanan AI dan penerapan jaringan cerdas. Para pakar ISP yang hadir juga memberikan masukan tentang perkembangan industri serta rekomendasi praktis untuk perencanaan dan penerapan jaringan di era AI.
Ke depan, Huawei akan terus memperkuat inovasi dan investasi di bidang ISP serta jaringan komputasi. Huawei juga akan bekerja sama dengan pelanggan untuk membangun masa depan yang semakin cerdas.