NADIKABAR.COM — Setelah menjadi salah satu pemain utama di pasar kendaraan energi baru China dengan Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA), Huawei memasuki pasar kendaraan listrik beroda tiga sebagai penyedia teknologi kokpit cerdas HarmonyOS.
Menurut siaran CarNewsChina pada Jumat, Huawei menjadi penyedia teknologi kokpit pintar untuk kendaraan listrik beroda tiga yang dirancang, dikembangkan, dan dipasarkan oleh produsen kendaraan Huaihai.
Huaihai telah memamerkan kendaraan beroda tiga berbasis HarmonyOS dalam acara HarmonyOS Ecosystem Conference 2026 yang digelar Huawei di Shenzhen, China.
Kendaraan beroda tiga itu ditampilkan bersama sertifikat dari Huawei yang mengonfirmasi bahwa sistem cerdas di dalamnya kompatibel dengan perangkat lain dalam ekosistem HarmonyOS.
Sistem tersebut dikatakan mampu memproses perintah suara kompleks, menjalankan fungsi aplikasi ponsel pintar dari jarak jauh, serta menawarkan konektivitas dengan ponsel yang menggunakan sistem operasi HarmonyOS.
Aplikasi ponsel untuk kendaraan itu kabarnya memungkinkan pengguna melacak lokasi kendaraan, mengunci atau membuka pintu dari jarak jauh, sampai melakukan diagnostik sistem.
Selain itu, pengguna juga dapat memasukkan data navigasi atau mengatur suhu kabin dengan perintah suara.
Fitur-fitur semacam itu biasanya disematkan pada kendaraan energi baru kelas menengah di China, meski model mobil kelas pemula seperti BYD Seagull dan Geely EX2 sekarang juga telah mengadopsi teknologi serupa.
Huawei dan Huaihai belum mengumumkan harga kendaraan beroda tiga yang dibekali dengan teknologi kokpit cerdas HarmonyOS.
Model kendaraan beroda tiga sejenis dipasarkan dengan harga sekitar 10.000 yuan atau sekitar Rp27 juta di China.
Kendaraan listrik beroda tiga tertutup umumnya digunakan untuk perjalanan jarak pendek di lingkungan permukiman.
Model kendaraan semacam itu umumnya dibekali sistem penggerak kendaraan listrik serta baterai asam timbal berkapasitas kecil.
Kendaraan beroda tiga dengan baterai berkapasitas 2,1 kWh dapat menempuh jarak 30 hingga 50 km dan dijual seharga 10.000 yuan di lokapasar daring di China.
Perkembangan pasar kendaraan listrik beroda tiga di China tidak lepas dari perubahan regulasi pemerintah.
Sebelumnya, penggunaan kendaraan listrik beroda tiga tidak memerlukan registrasi maupun asuransi di China. Penggunanya juga tidak perlu punya surat izin mengemudi.
Namun, pemerintah China kemudian mengklasifikasikan kendaraan listrik beroda tiga sebagai sepeda motor dan penggunaannya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan penggunaan kendaraan yang berlaku.
Status legal tersebut menarik minat produsen otomotif yang lebih besar dan mapan untuk memasuki segmen kendaraan beroda tiga.