Keresahan serupa dirasakan Esha, warga Tegalilat, Soreang. Baginya, kondisi pagi ini sangat berbeda dengan hari-hari biasanya. Debu yang turun kali ini terasa lebih masif.

"Biasanya tidak setebal ini, lokasi Tegalilat Soreang," tutur Esha.

Esha menceritakan, awalnya ia sempat melihat informasi yang beredar di media sosial mengenai guguran abu vulkanik yang mencapai wilayah Bandung. Karena penasaran, ia pun bergegas mengecek kondisi teras rumahnya yang masih tertutup sejak semalam.

"Kebetulan belum buka-buka pintu dari kemarin malam. Lalu tadi pukul 07.30 WIB lihat postingan abu vulkanik sudah sampai mana saja, iseng cek rumah sendiri pas buka pintu seperti pada foto ini ada bagian yang lebih gelap dari biasanya," jelasnya.

Rasa penasaran Esha terjawab saat ia menyentuh langsung lapisan tersebut. Teksturnya yang tebal memastikan bahwa itu bukanlah debu biasa yang terbawa angin.

"Lalu coba pakai jari tangan ternyata nempel tebal banget. Biasanya nggak seperti itu," ujarnya.