NADIKABAR.COM — Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur sejumlah wilayah Madinah, Arab Saudi. Cuaca mendung disertai hujan susulan membuat beberapa kawasan mengalami banjir, sementara hamparan gurun yang biasanya kering berubah menjadi aliran air.
Di tengah hujan yang mengguyur Madinah, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi juga mengeluarkan prakiraan mengenai potensi cuaca buruk di sejumlah wilayah.
Pusat Meteorologi Nasional memperkirakan terjadinya badai petir yang disertai hujan es di sebagian wilayah Jazan, Asir, Baha, Makkah, dan Madinah.
Selain itu, awan badai berpotensi terbentuk di beberapa wilayah lainnya, seperti Hail, Jouf, Wilayah Perbatasan Utara, Provinsi Timur, dan Najran.
Kondisi angin juga menjadi perhatian. Angin yang membawa debu dan pasir diperkirakan terjadi di sejumlah kawasan. Bahkan, jarak pandang horizontal di beberapa wilayah Tabuk berpotensi turun hingga mendekati nol.
Di kawasan Laut Merah, kecepatan angin permukaan diperkirakan berada pada kisaran 15-35 kilometer per jam. Kecepatannya dapat meningkat hingga lebih dari 50 kilometer per jam di wilayah yang terdampak awan badai, khususnya bagian tengah dan selatan.
Tinggi gelombang diperkirakan berkisar tim redaksi 0,5 hingga 1,5 meter. Namun, gelombang dapat meningkat hingga lebih dari 2 meter ketika badai petir terjadi.
Kondisi laut di wilayah yang terdampak badai juga diperkirakan cukup ganas.
Sementara itu, kondisi di kawasan Teluk Arab relatif lebih tenang. Kecepatan angin diperkirakan berkisar 10-30 kilometer per jam dengan tinggi gelombang tim redaksi 0,5 hingga 1 meter.
Fenomena tersebut turut menarik perhatian para penggemar aktivitas lintas alam. Salah satunya Jawaher Shaheen yang bersama suaminya menjelajahi sejumlah kawasan di sekitar Madinah menggunakan kendaraan off-road.
Dilansir dari Arab News, Minggu (30/8/2026), keduanya melakukan perjalanan ke beberapa lokasi di sekitar Madinah pada pekan ini. Jarak antarlokasi yang mereka datangi berkisar 15-20 kilometer. Perjalanan dilakukan ketika hujan mulai turun dengan intensitas yang semakin tinggi.
Kepada Arab News, Shaheen menceritakan pengalaman mereka saat menyaksikan perubahan lanskap gurun setelah diguyur hujan.