Kondisi ini dipicu oleh dinamika pergerakan angin vertikal yang berhasil memecah lapisan inversi, sebuah lapisan atmosfer penghambat yang selama ini mengunci polutan asap di dekat permukaan tanah.

Selain itu, potensi hujan ini juga didorong oleh percepatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara hybrid yang dilancarkan tim gabungan, termasuk dengan menyebar material dry ice (karbon dioksida padat) secara intensif di udara guna mengurai gumpalan kabut asap karhutla Sumsel.

"Hujan di Palembang dan sekitarnya hari ini dapat kami sampaikan bahwa secara dinamika atmosfer memang mendukung pembentukan awan hujan dan ditambah dampak dari OMC dengan bahan semai NaCl. Memang secara data model pada 24 Oktober 2026 diprakirakan akan ada potensi pertumbuhan awan hujan sehingga tim memaksimalkan dengan OMC," ujarnya.