NADIKABAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melakukan penanganan dan kaji cepat terhadap kejadian banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah setempat akibat hujan pada Sabtu dini hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas Abdul Ladjis di Purwokerto, Banyumas, Sabtu, mengatakan berdasarkan pendataan sementara hingga pukul 08.47 WIB tercatat 21 kejadian bencana yang terdiri atas 14 tanah longsor, lima banjir, dan dua cuaca ekstrem.
"Petugas BPBD Kabupaten Banyumas saat ini masih melakukan asesmen atau kaji cepat untuk mengetahui dampak dari kejadian bencana tersebut," katanya.
Ia mengatakan kejadian bencana tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Wangon, Kebasen, Somagede, Purwojati, Ajibarang, Lumbir, Kemranjen, dan Rawalo.
Bencana yang dilaporkan meliputi tanah longsor, banjir akibat luapan sungai, tanggul jebol, talud longsor, hingga pohon tumbang yang menutup akses jalan raya.
Tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Klinting (Kecamatan Somagede), Desa Canduk (Kecamatan Lumbir), Desa Kracak (Kecamatan Ajibarang), serta sejumlah lokasi lainnya, termasuk fasilitas pendidikan SDN 3 Pageralang, SDN 4 Tipar Kidul, dan SDN Karangsari.
Sementara itu banjir luapan terjadi di Desa Gerduren (Kecamatan Purwojati), Desa Pengadegan dan Desa Klapagading Kulon di Kecamatan Wangon, serta di sekitar SMP Negeri Wangon.
Selain itu tanggul Sungai Jimblem di Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen, dilaporkan jebol. Pohon tumbang juga menutup jalan raya di Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon.
Abdul Ladjis mengatakan petugas BPBD masih melakukan kaji cepat di lokasi kejadian untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan dan dampak yang ditimbulkan.
“Adapun kebutuhan mendesak untuk penanganan bencana masih dalam proses pendataan seiring dengan asesmen yang dilakukan petugas di lapangan,” katanya.