NADIKABAR.COM — Hungaria diperkirakan akan mencabut veto terhadap tahap teknis negosiasi aksesi Ukraina dan Moldova ke dalam Uni Eropa pada pekan ini, Financial Times melaporkan, Senin, mengutip sejumlah sumber.

Sebelumnya, mantan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban secara aktif menggunakan hak veto untuk menghambat pendanaan baru bagi Ukraina serta dimulainya negosiasi aksesi Ukraina ke dalam Uni Eropa dalam pemungutan suara Uni Eropa.

Perdana Menteri Hungaria Peter Magyar memerintahkan para diplomat untuk tidak menghalangi pengiriman surat kepada Ukraina dan Moldova terkait kemungkinan pembukaan dua kelompok negosiasi berikutnya, yang mencakup kebijakan pasar internal dan daya saing, menurut laporan tersebut.

Dukungan politik untuk membuka kedua kelompok negosiasi tersebut akan bergantung pada pengesahan undang-undang oleh parlemen Ukraina pada 12 Oktober yang memperluas hak pendidikan bagi minoritas Hungaria, lapor surat kabar tersebut.

Pada awal Juni, Perdana Menteri Hungaria Peter Magyar mengatakan Budapest tidak akan menghalangi dimulainya negosiasi aksesi Ukraina ke Uni Eropa setelah mencapai kesepakatan dengan Kiev mengenai pemulihan hak-hak warga keturunan Hungaria di Transkarpatia.

Namun, menurutnya, Hungaria tetap menentang percepatan proses aksesi negara mana pun, termasuk Ukraina.

Sebelumnya, surat kabar Nepszava melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Hungaria Anita Orban mengatakan Budapest berpegang pada pendekatan berbasis merit dalam menerima negara-negara baru ke Uni Eropa.

Berdasarkan kriteria tersebut, Montenegro merupakan negara yang paling dekat dengan keanggotaan.

Penerjemah: Primayanti