"Tahun lalu kami menyampaikan agar donor darah ini tidak berhenti, tetapi tumbuh menjadi sebuah tradisi. DPD RI harus memelopori donor darah sebagai agenda rutin yang dilaksanakan secara konsisten dan berkomitmen dari tahun ke tahun," tegasnya.
Ia menilai kolaborasi dengan PMI menunjukkan lembaga negara tidak harus bekerja sendiri dalam memberikan manfaat kepada masyarakat. Kepada para pendonor, Sultan turut berterima kasih atas kesediaan meluangkan waktu dan memberikan darah bagi orang lain yang bahkan tidak mereka kenal.
"Kami yakin kegiatan sederhana ini dapat membangun budaya peduli, gotong royong, dan bekerja sama untuk kemanusiaan. Semakin besar suatu lembaga negara, semakin besar pula yang dapat kita berikan kepada tanah air. Semoga setetes darah yang diberikan hari ini dapat memberikan kesempatan hidup bagi orang lain," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Deputi Administrasi Setjen DPD RI, Lalu Niqman Zahir, menjelaskan kegiatan donor darah bertujuan meningkatkan kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan, membantu PMI memenuhi ketersediaan darah bagi masyarakat, serta memperkuat semangat gotong royong di lingkungan DPD RI.
Sebanyak 200 orang telah mendaftarkan diri sebagai calon pendonor yang berasal dari unsur Pimpinan dan Anggota DPD RI, pejabat, pegawai, serta tenaga pendukung.
"Panitia bekerja sama dengan PMI dengan mengikuti prosedur kesehatan yang berlaku. Hingga saat ini sebanyak 200 orang telah mendaftarkan diri sebagai calon pendonor," ucapnya.
Lalu mengatakan proses donor meliputi registrasi, verifikasi, pemeriksaan kesehatan, donor darah, observasi dan istirahat, hingga konsumsi dan penyerahan voucher. Adapun pelayakan peserta untuk mendonor sepenuhnya ditentukan oleh petugas medis PMI.