Dia mengatakan, empat inovasi ini bukan sekadar penambahan fitur, namun juga wujud simbol transformasi Polantas. Irjen Wibowo mengatakan inovasi tersebut menjadi representasi negara yang terus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan yang semakin mudah, cepat, dan juga transparan.
"Keempat inovasi tersebut merupakan bagian dari satu arah besar dalam rangka membangun pelayanan lalu lintas yang modern dan terintegrasi," imbuh dia.
Kakorlantas menambahkan, digitalisasi bukanlah sebuah tujuan, namun menjadi sebuah kebutuhan yang sangat mendasar. Menurutnya, di era yang serba digital, polisi harus membuat inovasi yang semakin mendekatkan dengan masyarakat.
"Untuk itu, penggunaan teknologi bukan untuk menjauhkan Polri dari masyarakat, namun harus sebaliknya, mampu membuat Polantas semakin dekat dengan masyarakat," katanya.