Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Rekan-rekan Polantas di seluruh penjuru Nusantara, para mitra keselamatan jalan, dan seluruh masyarakat Indonesia yang sangat saya cintai dan banggakan.

Di momen yang penuh makna ini, saya ingin menyapa Anda semua dari lubuk hati yang paling dalam. Saya selalu meyakini bahwa sebuah senyuman adalah ibarat marka jalan yang sesungguhnya. Marka yang baik tidak perlu berteriak dan tidak pernah mengancam. Ia hadir setiap hari dengan jelas, konsisten, dan memancarkan rasa percaya, sehingga mengikutinya terasa lebih alami daripada melanggarnya. Begitulah seharusnya keluarga besar Polantas hadir; menyentuh hati, memeluk erat, dan berada di tengah-tengah masyarakat sebagai sahabat yang mengayomi.

Rekan-rekanku sekalian, kebanggaan sejati kita bukanlah terletak pada seberapa banyak lembar tilang yang berhasil diterbitkan. Kebanggaan tertinggi kita adalah ketika melihat masyarakat bisa tertib karena kesadaran penuh dari dalam diri mereka-bahkan saat berada di persimpangan sunyi yang tak dijaga oleh siapa pun.

Ukuran keberhasilan tugas kita bukanlah sekadar deretan angka dalam buku laporan tahunan, melainkan nyawa manusia. Setiap satu jiwa yang berhasil kita selamatkan berarti ada satu kursi yang tetap terisi hangat di meja makan keluarga. Selama masih ada kursi yang kosong karena kecelakaan di jalan raya, maka pekerjaan mulia kita belum selesai!

Keselamatan jalan adalah napas dan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, di hari yang membahagiakan ini, dengan penuh rasa cinta saya ingin menitipkan pesan khusus dari hati ke hati: