NADIKABAR.COM — Melanjutkan perjalanan 159 tahun perkeretaapian Indonesia, KAI mendorong layanan yang semakin aman, efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan

Jakarta (NadiKabar) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 melalui upacara di Kantor Pusat KAI, Bandung, Senin (28/9). Mengusung tema “Semakin Melayani”, peringatan tahun ini menjadi momentum bagi KAI untuk melanjutkan transformasi perusahaan melalui peningkatan kualitas pelayanan, keselamatan, efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan perjalanan KAI selama 81 tahun merupakan bagian dari sejarah panjang perkeretaapian Indonesia yang telah berlangsung selama 159 tahun. Pembangunan jalur kereta api pertama Semarang–Tanggung dimulai pada 17 Juni 1864 dan terus berkembang hingga menjadi bagian penting dalam mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi antarwilayah.

Perjalanan tersebut memasuki babak penting pada 28 September 1945, ketika para pekerja kereta api Indonesia mengambil alih penguasaan perkeretaapian dari tangan penjajah. Peristiwa tersebut menjadi tonggak berdirinya Djawatan Kereta Api Republik Indonesia dan selanjutnya diperingati sebagai Hari Kereta Api.

“Delapan puluh satu tahun setelah momentum tersebut, KAI terus melanjutkan perannya dalam melayani masyarakat dan mendukung konektivitas Indonesia. Tema ‘Semakin Melayani’ menjadi komitmen agar setiap pertumbuhan dan transformasi perusahaan diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bobby.

Memasuki usia ke-81, KAI berada pada skala pelayanan dan kinerja yang semakin besar. Sepanjang Semester I 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan, meningkat 7,55 persen dibandingkan 240.805.920 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, pendapatan konsolidasi KAI mencapai sekitar Rp18 triliun.

Bobby mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi modal bagi KAI untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga pertumbuhan perusahaan. Seiring dengan berkembangnya bisnis angkutan, KAI juga terus mengembangkan pendapatan non-angkutan melalui optimalisasi aset, pengembangan kawasan, dan penciptaan sumber pendapatan baru.

Transformasi perusahaan dijalankan melalui peningkatan layanan kereta api, revitalisasi stasiun, pengembangan layanan pariwisata melalui The Nusantara Explorer, serta pemanfaatan aset untuk mendukung hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik. Pengembangan tersebut diarahkan untuk menjawab perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus membuka ruang pertumbuhan perusahaan ke depan.