Lalu, ia mengatakan perusahaan juga memperkuat pengawasan terhadap kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih atau _Over Dimension Over Loading_ (ODOL) melalui operasi bersama pemangku kepentingan terkait.

"Kendaraan ODOL memiliki risiko keselamatan yang lebih tinggi karena dapat mengalami penurunan kemampuan pengereman, kestabilan, dan pengendalian kendaraan. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya, termasuk meningkatkan risiko tabrakan dari belakang maupun kecelakaan beruntun. Melalui pengawasan dan edukasi yang berkelanjutan, Hutama Karya mendorong kepatuhan pengemudi serta pelaku usaha angkutan barang terhadap ketentuan dimensi dan muatan kendaraan," jelas dia.

Hutama Karya menegaskan bahwa setiap kejadian kecelakaan menjadi perhatian serius perusahaan untuk terus melakukan evaluasi dan memperkuat langkah pencegahan secara menyeluruh.

Melalui peningkatan kesiapsiagaan petugas, pemantauan kondisi jalan, penguatan fasilitas keselamatan, serta edukasi yang dilakukan secara konsisten, perusahaan berupaya membangun budaya berkendara yang lebih aman dan bertanggung jawab di seluruh ruas jalan tol yang dikelola.

"Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya akan terus memperkuat implementasi kampanye SETUJU sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, dan andal. Upaya ini sekaligus mendukung terwujudnya konektivitas nasional yang berkelanjutan dan berorientasi pada keselamatan masyarakat, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah," ujarnya.