Hutchinson akhirnya memastikan kemenangan angka mutlak sekaligus merebut sabuk juara dunia interim WBC yang berstatus lowong. Gelar tersebut menjadi pencapaian penting dalam karir profesionalnya setelah sebelumnya gagal mengalahkan Buatsi dalam pertemuan pertama.

Kemenangan itu juga memperkuat rekor profesional Hutchinson menjadi 21 kemenangan, dengan 14 di antaranya diraih melalui knockout (KO), serta dua kekalahan.

Sementara itu, Buatsi yang menelan kekalahan kedua dalam karirnya harus harus menambah noda rekornya menjadi 20 kemenangan, termasuk 13 kemenangan KO, dan dua kekalahan.