NADIKABAR.COM — Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tengah dalam proses mengembalikkan performa terbaiknya. Di Hylo Open 2026, mereka pun berharap bisa terus terjaga fokus dan ekspektasinya.
Raymond/Joaquin pernah dalam masa-masa terbaiknya di awal tahun 2026. Setelah menjuarai Australia Open 2025, capaian mereka cukup menjanjikan usai menjadi runner up di turnamen-turnamen level tinggi seperti Indonesia Masters, Thailand Masters, dan Indonesia Open, serta semifinalis di All England.
Rentetan capaian itu bahkan sempat membawa mereka masuk dalam jajaran ganda putra 10 terbaik di dunia.
Sayangnya, setelah itu, performa mereka cenderung menurun. Dalam empat turnamen berikutnya, mereka banyak tersingkir di babak awal. Termasuk Denmark Open yang berlangsung dua pekan lalu. Mereka langsung terhenti di 32 besar.
Beruntung di French Open, mereka sukses memperbaikinya. Meski belum menembus podium, namun Raymond/Joaquin berhasil mencapai empat besar di turnamen Super 750 tersebut.
Kini, di Hylo Open 2026 keduanya pun berharap bisa memberikan penampilan bagusnya. Hal itu dibuktikan Raymond/Joaquin dengan memenangkan laga pertama melawan Jonathan Dresp/Simon Krax (Jerman).
Unggulan keempat Hylo Open itu menang tiga gim 17-21, 21-15, 21-15.
"Evaluasi kami, tadi sudah berbicara juga dengan coach Chafidz Yusuf tentang bagaimana caranya untuk menjaga pikiran, fokus, dan tentunya lebih jaga ekspektasinya selama pertandingan," kata Joaquin.
Menurutnya, hal tersebut penting agar semuanya tetap terkontrol selama bertanding di lapangan. Joaquin pun berharap, ia dan Raymond bisa terus didukung.
Di 16 besar, Raymond/Joaquin akan berhadapan dengan wakil Denmark William Kryger Boe/Rasmus Espersen pada Kamis (29/10/2026).
"Mohon dukungannya para badminton lovers," ucapnya.
Di Hylo Open, ganda putra Indonesia tinggal menyisakan dua wakil. Selain Raymond/Joaquin, ada Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani.