NADIKABAR.COM — Hyundai Motor Co. melalui anak usaha manufakturnya di Amerika Serikat berencana menginvestasikan sekitar 450 juta dolar AS (sekitar Rp8,16 triliun) untuk memperluas pabrik di Alabama dan mempersiapkan produksi kendaraan pada masa mendatang.
Dilansir dari laporan Yonhap, Kamis (29/10) waktu setempat, Hyundai Motor Manufacturing Alabama (HMMA) mengumumkan rencana investasi tersebut pada Rabu (28/10) waktu setempat di fasilitas produksinya di Montgomery, Alabama.
Investasi itu merupakan bagian dari komitmen Hyundai Motor Group untuk menanamkan modal sebesar 26 miliar dolar AS ( sekitar Rp471 triliun) di Amerika Serikat selama periode 2025-2028.
Investasi tersebut akan digunakan untuk memperluas kapasitas produksi mesin guna mendukung berbagai varian sistem penggerak kendaraan, termasuk yang dirancang untuk kendaraan hibrida dan kendaraan listrik dengan jangkauan tambahan atau extended-range electric vehicles (EREV).
HMMA juga akan meningkatkan fasilitas produksinya untuk mengakomodasi sejumlah model Hyundai mendatang, termasuk Tucson generasi terbaru yang dijadwalkan mulai diproduksi pada akhir 2026 serta SUV Santa Fe versi pembaruan.
"Investasi ini memperkuat kemampuan manufaktur kami, mendukung produksi kendaraan masa depan, dan memastikan HMMA tetap menjadi salah satu pilar operasi manufaktur Hyundai di Amerika Utara selama bertahun-tahun mendatang," kata Presiden sekaligus CEO HMMA Mark Rader.
Dengan tambahan investasi tersebut, total investasi HMMA sejak pabrik mulai beroperasi pada 2005 akan mencapai hampir 2,2 miliar dolar AS (sekitar Rp39,9 triliun).
Duta Besar Korea Selatan untuk Amerika Serikat Kang Kyung-wha menyambut investasi tersebut sebagai "contoh luar biasa" dari implementasi aliansi bilateral kedua negara.
Kang mengatakan pengumuman investasi itu kembali menegaskan kuatnya kemitraan kedua negara sekaligus memperdalam integrasi industri otomotif Korea Selatan dan Amerika Serikat.