Menurut IAEA, pihaknya belum menerima informasi lagi mengenai adanya pengiriman pasokan diesel ke PLTN Zaporizhzhia sejak Maret lalu.

Situasi itu diperparah oleh eskalasi operasi militer di sekitar lokasi pembangkit listrik tersebut yang menghambat upaya pengisian bahan bakar.

Organisasi internasional tersebut menilai penambahan cadangan diesel sangat mendesak menjelang musim dingin akhir tahun nanti.

Penurunan tajam suhu udara akan mendongkrak kebutuhan bahan bakar secara signifikan, baik untuk sistem pemanas ruangan bagi para pekerja maupun demi menjamin kelancaran fungsi peralatan keselamatan reaktor nuklir.

Selain krisis bahan bakar, Grossi kembali menyoroti risiko keselamatan nuklir yang timbul akibat ketergantungan PLTN Zaporizhzhia pada hanya satu jalur transmisi listrik eksternal.