Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menegaskan bahwa serangan yang membahayakan keselamatan nuklir sama sekali tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan.

Grossi juga mendesak semua pihak untuk menahan diri secara militer guna mencegah risiko kecelakaan nuklir.

Sementara itu, CEO Rosatom Alexey Likhachev berpandangan bahwa komunitas global cepat atau lambat akan menyadari bahwa risiko nuklir di ZNPP bersumber dari tindakan gegabah pasukan Ukraina.