NADIKABAR.COM — Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengajak generasi muda Indonesia tidak berhenti pada pencapaian personal, tetapi menjadikan prestasi, kreativitas, dan platform yang mereka miliki sebagai kekuatan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan memajukan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Ibas dalam audiensi kebangsaan bersama generasi muda dengan tema 'Generasi Muda Merawat Kebhinekaan, Mengembangkan Ekonomi Kreatif, dan Memajukan Pariwisata Indonesia' di Rumah Kebangsaan MPR RI, Jakarta, Kamis (24/9).
Audiensi tersebut mempertemukan Ibas dengan para generasi muda dari berbagai daerah, termasuk Mojang Jajaka Jawa Barat, Kang Nong Banten, Abang None Jakarta, serta para duta pemuda dan olahraga.
Ibas menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menghadapi perubahan zaman yang berlangsung cepat, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, perubahan iklim, dinamika ekonomi global, hingga perubahan lanskap dunia kerja.
"Jangan kita menjadi penonton. Kalian harus menjadi pembuat, bukan hanya sekadar konsumen. Kalian juga bisa menjadi kreator, bukan hanya follower, tetapi juga leader-to lead the way," ujar Ibas dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).
Menurut Ibas, Indonesia memiliki modal besar berupa generasi muda dan keragaman budaya yang dapat menjadi kekuatan untuk membangun ekonomi baru. Karena itu, potensi tersebut perlu diubah menjadi karya, inovasi, lapangan pekerjaan, serta nilai tambah bagi masyarakat.
"Kebhinekaan adalah sebuah identitas, kreativitas adalah sebuah kekuatan, dan pariwisata adalah jendela Indonesia menuju dunia," kata Ibas.
Prestasi Jangan Berhenti di Mahkota dan Selempang
Ibas secara khusus mengajak para Mojang Jajaka, Kang Nong, dan Abang None untuk melihat prestasi dan gelar yang mereka raih bukan sebagai tujuan akhir.
Menurutnya, mahkota, selempang, maupun gelar juara dapat menjadi platform untuk memperkenalkan budaya, mengembangkan UMKM, mempromosikan destinasi wisata, serta memperkuat ekonomi kreatif Indonesia.
"Jangan cuma berhenti dari urusan mahkota. Coba kalian lanjutkan bagaimana gelar juara dan selempang yang kalian miliki hari ini menjadi platform untuk memajukan Indonesia, budaya, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif," ujarnya.
Ibas kemudian merumuskan sebuah pesan yang dapat menjadi semangat bagi generasi muda:
"Dari budaya menjadi karya, dari karya menjadi ekonomi, dan dari ekonomi menjadi kesejahteraan."
Ia mendorong generasi muda untuk menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan mampu membuka kesempatan bagi masyarakat di sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu juga menawarkan sejumlah gagasan yang dapat dikembangkan oleh komunitas generasi muda.
Salah satunya adalah gerakan 'Satu Anak Muda, 1.000 Karya'. Menurut Ibas, anak muda tidak harus menunggu memiliki sumber daya besar untuk mulai berkarya. Teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk membuat konten, produk, inovasi, maupun berbagai karya yang memberikan manfaat.
"Satu anak muda, seribu karya. Jangan hanya berkarya untuk satu orang, tetapi buat sesuatu yang bisa memberikan manfaat kepada seribu orang atau lebih," kata Ibas.
Gagasan lainnya adalah 'Satu Daerah, 1.000 Cerita Unggulan', yakni mengangkat cerita tentang budaya, sejarah, kuliner, destinasi, hingga berbagai kisah lokal menjadi bagian dari promosi Indonesia kepada dunia.
Ibas juga mendorong terbentuknya 'Satu Ekosistem, 1.000 Manfaat', dengan mempertemukan generasi muda, pemerintah, parlemen, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.