NADIKABAR.COM — Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan pembangunan Natuna sebagai wilayah perbatasan tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan pertahanan dan keamanan. Menurutnya, penguatan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, konektivitas, pangan, serta pembangunan infrastruktur juga perlu menjadi perhatian nasional.
Hal tersebut disampaikan Ibas saat melakukan kunjungan kerja MPR RI ke Kantor Bupati Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (30/9).
Ibas menyampaikan Natuna memiliki posisi strategis bagi Indonesia, baik dari sisi geopolitik maupun potensi ekonomi. Karena itu, perhatian terhadap Natuna harus dilakukan secara berkelanjutan.
"Natuna ini tidak hanya kita perhatikan dari pertahanan dan keamanannya. Kita juga harus memastikan ekonomi, kesejahteraan, pembangunan, dan pemerataan terus kita ikhtiarkan secara berkelanjutan," ujar Ibas dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Menurut Ibas, menjaga wilayah perbatasan berarti memastikan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut dapat merasakan kehadiran negara secara nyata.
"Jauh di mata, dekat di hati. Walaupun kita tidak setiap hari datang ke sini, kita terus memikirkan bagaimana Indonesia yang sama-sama kita cintai ini terus kita kawal," katanya.
Ibas menilai dibutuhkannya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, MPR, serta seluruh pemangku kepentingan untuk berbagai persoalan pembangunan di Natuna.
Dengan karakter geografis sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan, Natuna menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan dengan wilayah lain. Karena itu, diperlukan kebijakan yang juga mempertimbangkan karakteristik khusus tersebut.
"Ini perlu intervensi nasional, intervensi Presiden. Para menteri terkait juga perlu melakukan konsolidasi bersama pemerintah provinsi dan pemerintah daerah," ujarnya.
Ibas mendorong agar berbagai persoalan strategis Natuna dapat dibahas secara langsung bersama pemerintah pusat sehingga solusi yang dihasilkan lebih terintegrasi.
Dorong Industrialisasi Perikanan Terpadu
Sektor perikanan menjadi salah satu sektor yang menjadi perhatian Ibas. Menurut Ibas, Natuna memiliki potensi kelautan yang besar. Namun, masyarakat nelayan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kondisi cuaca, biaya operasional, keterbatasan sarana, hingga pengolahan hasil perikanan yang belum optimal.
Karena itu, Ibas mendorong adanya industrialisasi perikanan terpadu yang dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.