"Kalau santri ada tambahan satu lagi, spiritual skill," ujar Hendro.
Pimpinan yayasan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Manba'ul Hikmah KH Basyar Rohman turut hadir bersama para pengajar, pembina, dan santri. Peran pesantren dinilai penting untuk memastikan pengembangan keterampilan kerja berjalan beriringan dengan pendidikan agama dan pembentukan karakter.
Ibas juga menilai Kabupaten Kendal memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, mulai dari kawasan industri, pertanian, peternakan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pengembangan potensi tersebut perlu disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat setempat dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Soroti Lapangan Kerja dan Perlindungan Pekerja
Dalam sesi tanggapan, Ibas menyoroti persoalan ketenagakerjaan, termasuk kebutuhan memperluas kesempatan kerja, menjaga keberlangsungan industri, dan memberikan perlindungan kepada pekerja.
Ia menegaskan pentingnya mengawal kebijakan yang mendukung penciptaan lapangan kerja serta mendorong hubungan industrial yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja.
Ibas turut menyoroti daya saing industri nasional, khususnya sektor tekstil dan garmen yang melibatkan banyak pekerja serta pelaku usaha skala kecil. Menurutnya, tantangan industri perlu ditelaah secara menyeluruh dengan mempertimbangkan struktur pembiayaan, beban operasional, kondisi pasar, dan faktor lain yang memengaruhi keberlangsungan perusahaan.
Upaya penyelesaian persoalan industri, lanjutnya, tetap harus memperhatikan hak pekerja dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menanggapi aspirasi peserta mengenai kendala keuangan dan restrukturisasi kewajiban perusahaan yang berdampak pada keberlangsungan usaha serta penyerapan tenaga kerja, Ibas menyatakan akan mempelajari persoalan tersebut lebih lanjut. Ia juga berkomitmen mengawal kebijakan terkait pembukaan lapangan kerja, keberlangsungan industri, dan perlindungan pekerja melalui pembahasan dengan pihak serta komisi terkait sesuai kewenangan.
"Yang menginginkan agar industri tekstil dan garmen nasional kita mendapatkan ruang untuk terus berkembang, untuk terus maju, untuk terus diberdayakan dan diperhatikan," ungkapnya.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, seorang santriwati bernama Hilda menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Ia menilai bantuan tersebut bermanfaat bagi dirinya dan para penerima lainnya.