Ibas juga mengingatkan bahwa Kaliwungu dan Kendal dikenal sebagai kawasan yang lekat dengan kehidupan pesantren dan nilai-nilai religius. Tradisi keagamaan tersebut berjalan berdampingan dengan kebudayaan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Ia mencontohkan penampilan Warok Suro dari Mranggen dalam kegiatan tersebut sebagai gambaran bahwa seni pertunjukan tradisional dapat dikenal dan diapresiasi masyarakat dari berbagai daerah. Keberagaman seni dan budaya, menurutnya, merupakan bagian dari kekayaan Indonesia yang perlu dirawat dalam semangat persatuan.
Sejalan dengan itu, Gus Muis menekankan tradisi akulturasi di Kaliwungu yang mempertemukan kebudayaan Jawa dengan nilai-nilai Islam. Ibas juga mengingatkan bahwa nasionalisme dan nilai religius dapat berjalan beriringan, sehingga kemajuan ekonomi perlu disertai penguatan karakter, penghormatan terhadap keberagaman, dan pelestarian budaya.
Kunjungan Ibas ke Kendal juga menjadi bagian dari silaturahmi kebangsaan dan upaya menyerap aspirasi masyarakat. Ia hadir bersama sejumlah anggota legislatif, yakni Rinto Subekti, Raja Faisal, Basuki, dan Arif.
Ibas menekankan komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat tidak semestinya hanya berlangsung menjelang atau saat pemilihan umum. Silaturahmi dan penyerapan aspirasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kebutuhan serta persoalan masyarakat menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas perwakilan rakyat.
Ia juga mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. Mengutip ungkapan khairunnas anfa'uhum linnas, Ibas mengingatkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain.
Prinsip tersebut, menurutnya, dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk kegiatan usaha, pelestarian budaya, dan pelayanan kepada masyarakat.
Menutup sambutannya, Ibas mendoakan agar masyarakat Kendal senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan. Ia berharap anak-anak memperoleh pendidikan yang baik, para pelaku usaha semakin berkembang, serta masyarakat terus berkontribusi bagi kemajuan daerah dan Indonesia.
Melalui penguatan UMKM, pelestarian batik, dan pengembangan potensi budaya lokal, Kendal diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjaga identitas budayanya sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.