Ibas menegaskan penguatan ekonomi rakyat membutuhkan dukungan nyata agar pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk berkembang. Dukungan itu mencakup peningkatan keterampilan, kemudahan akses pembiayaan, serta kesempatan memasarkan produk ke wilayah yang lebih luas.
Ia menilai UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, pelaku usaha perlu mendapat kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing, dan menjangkau konsumen di luar pasar lokal.
Ibas juga mendorong pengembangan UMKM agar sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, termasuk dalam mengatasi kendala permodalan, meningkatkan keterampilan, dan memperluas pemasaran. Dukungan yang tepat diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha, membuka peluang ekonomi baru, serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Potensi batik Kendal, lanjutnya, dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang menghubungkan warisan budaya dengan kegiatan produksi, perdagangan, dan pariwisata.
Para perajin batik khas Kaliwungu menyambut baik perhatian dan bantuan yang diberikan. Mereka berharap dukungan tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan mengembangkan usaha tanpa kehilangan nilai sejarah serta identitas lokal.
Selain mendorong pemberdayaan ekonomi, Ibas mengajak masyarakat menjaga akar budaya Indonesia. Ia mengingatkan bahwa kemajuan bangsa harus tetap berpijak pada sejarah, tradisi, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan generasi sebelumnya.
Dalam sambutannya, Ibas mengutip ungkapan Jawa, "Ojo Pedot Oyot", yang berarti jangan sampai memutus akar. Pesan tersebut mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan asal-usul, sejarah, dan identitas budaya ketika menghadapi perubahan zaman.
"Nek ora awake dhewe sing nguri-uri, sopo meneh," ujar Ibas, mengajak masyarakat bertanggung jawab dalam melestarikan budaya sendiri.
Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari keluarga, komunitas, pelaku seni, perajin, lembaga pendidikan, hingga generasi muda.